Click Here For Free Blog Templates!!!
Blogaholic Designs

Pages

Sabtu, 11 Januari 2014

no progress! :(

Huwaaa! Mau nikah itu ruwet binti bingung. Setelah acara lamaran sukses, hari pernikahan ditentukan awal April 2014, yang berarti kurang dari 3 bulan terhitung sejak hari ini, 11 januari 2014.
Sejak penentuan hari pernikahan seminggu yang lalu, saya sudah langsung setres. Kok gitu? Wajar kan, karena saya ga pengen pesta, mau yang sederhana aja kayak ibu sama bapak dulu, akad nikah, makan-makan, selesai, tapi mimpi tinggalah mimpi karena sang camer yang baik hati itu pengen acaranya lebih rame, “Paka baju manten ya, Na. nanti Ibu ngundang sodara-sodara dari Jawa Tengah.” Begitulah kira-kira ucapan sang camer. Mampus, mampus mampus! Keluarga besar diundang, dan mau ga mau pasti ada jamuan makan, pesta kecil,  dan terakhir diputuskan pake pesta sederhana aja. Sial! Pesta berarti menerjunkan diri dalam kerempongan persiapan pernikahan.
Ya sudahlah diikhalsin aja deh. Mau gimana lagi, namanya juga mau nikah. Dan sekarang 84 hari menjelang pernikahan, belum ada progres sama sekali. Masih browsing-browsing, blogwalking, nyari-nyari ide, tanya sana-sini, telpon sana sini. yang udah ada cincin doang, dikasih pas lamaran Desember kemarin, itupun cincinnya cacat, jadi harus dibenerin lagi dan belom jadi sampe sekarang.
Happy weekend, gals!

Kediri, 11 januari 2014


Rabu, 25 Desember 2013

Berburu Palladium


Oke, sekerdar informasi, aku mau lamaran. Titik. Bukan informasi maha penting sebenarnya, hanya saja kali ini aku pengen menceritakan pengalamanku ngubek-ubek pusat pertokoan kemarin. demi apa coba? Demikian dan terima kasih. Ya demi acara lamaran berjalan dengan sukses lah.
Oke. Jadi ceritanya, sabtu malem kemarin aku konsultasi ke camer, tentang apa yang diperlukan untuk acara lamaran mendatang, apakan ada barang yang perlu saya beli sendiri atau tidak. Setelah melakukan perdebatan dan negosiasi selama 1,5 jam (karena sang camer ternyata suka banget nonton sinetron, sehingga baru bisa diskusi kalo ada jeda iklan) maka diputuskan untuk lamaran sang pacar cukup membawa cincin tunangan saja. Ga perlu beli kain dah. Kainnya diserahkan pas akad aja. Dan akhirnya kami setuju. Deal!
Kesokan harinya, hari minggu tepatnya, pagi-pagi kami merencanakan kepergian kami ke toko perhiasan. Karena aku dan sang pacar muslim dan menurut islam, pria dilarang menggunakan perhiasan emas, maka pagi itu kami mencari alternatif perhiasan selain emas di internet. Browsing sana-sini, mencari tahu bahan-bahan yang bisa digunakan untuk perhiasan, maka ditemukanlah beberapa bahan yang bisa dijadikan alternatif. Ada platina, palladium, tungsten, dan silver. Lalu dengan bekal ilmu hasil dari penjelajahan kami di Mr. Google, akhirnya diputuskan untuk membeli cincin palladium untuk sang pacar dan emas putih untuk aku. Kenapa palladium? Karena cincin dari bahan ini tidak mudah menghitam seperti silver, warnanya mirip emas putih, harganya juga setara dengan emas putih. Dan dimulailah perburuan cincin tunangan kami.
Menurut saran dari camer, dan seorang kawan yang sudah menikah, kalo cari cincin di Surabaya yang banyak di Pasar Atom. Dan kesanalah kami akhirnya. Dengan banyak sekali penjual perhiasan disana, kami berharap mendapatkan apa yang kami cari, sepasang cincin tunangan berbahan emas putih dan palladium. Setelah mengunjungi hampir setiap gerai disana, banyak yang menyarankan pake silver aja. Hampir aja sang pacar menyerah dan memilih silver aja. Tapi untungnya aku ngotot ga mau. Kenapa? Karena silver harganya lebih murah, kan g imbang jadinya, masak aku jauh lebih mahal, dan silver itu mudah menghitam, jadi harus disepuh lagi beberapa bulan sekali. Kan males banget ya? Sampe dibentak dan digoblok-goblokin sama kokoh-kokoh penjual emasnya, karena nyari palladium. “Udah, beli aja emas 75%, daripada nyari palladium sampe gempor jg g bakal nemu di sini. Lagian kamu kalo tak bohongi, emas putih tak bilang palladium bakal nyadar?”
Kata-kata kokoh penjual emas iku bener juga sih, karena mirip banget, kemungkinan aku g bakal tau kalopun dibohongi, tapi aku g mau nyerah. Menurutku sih, mending usaha dulu, entah nanti kita dibohongi atau nggak, yang penting kan udah usaha nyari yang bukan emas. Semoga Allah mengampuni dosa kami.
Perburuan di Pasar Atom tidak membuahkan hasil sodara-sodara. Dan kaki sudah gempor. Lalu makanlah kami di foodcourt Pasar Atom yang super ramai. Istirahat sambil browsing-browsing lagi toko yang menjual palladium. Sempet setres juga nyarinya, karena sinyal hp ku rada-rada hidup segan mati tak mau. Hasil dari pencarian kami hampir semua di Jakarta. Namun syukur Alhamdulillah, kami menemukan 1 toko yang konon katanya menerima pesanan cincin tunangan dari palladium. Namanya Indoseni, letaknya di BG Juction. Meluncurlah kami ke sana di sore hari yang rada-rada mendung mesra.
Ketemu, toko Indoseni dan memang benar, disana menjual perhiasan dan yang paling utama cincin kawin. Bahannya juga bisa milih, emas kuning, emas putih, atau palladium. Langsung semangatlah kami. Disana kami disuruh milih-milih model. Dikasih saran yang bagus model apa aja. Setelah milih-milih dan ketemulah model yang paling chic, bagus menurut kami, jari kami diukur. Ukurannya agak dilonggarin dikit, jaga-jaga kalo mengalami penggemukan. Hehehe…. Ya begitulah, akhirnya kami pesen dan bisa diambil dalam 10 hari. Sayangnya, kami lupa melakukan ritual kenarsisan yang harusnya sih kami lakukan kemarin. ya, berfoto ria dengan cincin pinjeman dari toko. Tetep ya…
Setelah dapet kami langsung pulang, puas rasanya setelah proses pencarian yang panjang kami menemukan apa yang kami cari. Alhamdulillah yaah…. Berhasil berhasil berhasil… horeeee! \(^_^)/. Tak lupa saya mengucapkan terima kasih untuk sang pacar yang rela ngikuti saya puter-puter nyari cincin palladium. Padahal dia g masalah kalo pake silver. Hehe.. luph u, Pacar! Terima kasih juga untuk Mr. Google yang sangat membantu, dan bapak ibu yang dengan tegas bilang kalo sang pacar ga boleh pake emas… love u all! Spirit unity and pride!


Surabaya, 2 Desember 2013
Kamis, 12 Desember 2013

Gara-gara Berita Heboh dari KUA

Selamat malam.
Malam ini aku mau cerita tentang beberapa berita update yang sedang ramai diperbincangkan oleh teman-teman kerjaku. Yak selama dua minggu ini kami para wanita-wanita yang akan segera menikah sedang dihebohkan oleh berita bahwa KUA seluruh Jawa Timur memutuskan untuk tidak lagi melayani pernikahan di luar jam kantor dan di luar kantor. Betapa galaunya kami, karena beberapa dari kami sudah menentukan tanggal pernikahan, sudah booking tempat, catering, dan lain-lain.
Lalu aku? Aku jadi ikut-ikutan galau. Bukan karena sudah menentukan tanggal pernikahan, tapi aku dan sang pacar sudah sepakat untuk menikah saat weekend. Betapa kagetnya dan galaunya kami (aku lebih tepatnya) karena aku yang paling ngotot mau nikah saat weekend. Gila ajaaa…. Nikah hari kerja? Siapa yang mau meramaikan suasana kalo gitu?? Dan di KUA? Plis deh, ruangannya terbatas banget kan. Semua rencanaku bakalan kacau banget kalo peraturan baru (yang menurutku sangat egois itu) bener-bener diterapkan sampai hari-H aku menikah nanti.
Balik lagi ke cerita kegalauan teman-temanku. Kami para gadis-gadis lajang yang jumlahnya ada 6 orang, yang hidup diantara para ibu-ibu, menyikapi berita mengagetkan itu dengan cara yg berbeda-beda. Ada yang menyikapi dengan biasa-biasa aja, ada yang no comment, ada yang heboh cenderung g perduli padahal dianya uadah mau nikah. Berikut adalah komentar-komentar mereka:
“Ah, kan belum tentu juga peratutan itu diberlakukan.”
“Aduh, g tau lah, calon aja aku belum punya.” (yang ini agak merana kayaknya)
“Waduh aku udah nentuin tanggal. Berubah lagi dong.”
“Wah, ga asik dong nikah di KUA. Ga lucu kan nikah di dalem kantor. Dg background meja dan lemari arsip.”
“ Biarin aja, biar diurus mamaku.” (percaya g percaya, ini adalah komentar cewek yang mau nikah)
Dan inilah komentar ku. “Apaaa? Ga bisa nikah weekend dong. Trus tamunya gimana? Masak disuruh bolos semua? Aarrgh!”
Walau kemudian kepanikan itu berubah menjadi bercandaan. Kami  justru menjadikan ini topik yang seru, dengan pengandaian-pengandaian yang luar biasa kreatif sehingga menimbulkan perdebatan-perdebatan konyol. Seruuu!
“Nanti nikah siri dulu aja, baru seninnya dicatetin ke KUA.” Kataku suatu ketika dalam perjalanan menuju tempat kerjaku.
“Wah, g asik dong. Km sah secara agama tapi ga sah secara hukum. Kalo ada apa-apa gimana?” seru Rini.
“Kalo suaminya mendadak minggat gimana? Padahal kamu sudah di apa-apain.” Timpal Apink yang sudah punya pengalaman menikah.
Dan perdebatan masih berlangsung dengan pengandaian-pengandaian yang semakin lama semakin tidak masuk akal.
Ah, begitulah kami, menjadikan kegalauan menjadi bercandaan. Menyenangkan memang jika ada mereka. Selalu ada yang seru dalam setiap kesempatan. Kerja jadi menyenangkan. Luv u all…!
Night universe!

Surabaya, 11 Desember 2013
Selasa, 12 November 2013

Tong Sampah Emosi: Mari Bumi Hanguskan Ketidakproduktifan Hidup!

Judulnya provokatif banget yak? Sebenernya ini adalah ajakan untuk diri sendiri supaya saya berhenti bermalas-malasan di dalam rumah, di kamar, baca novel yang tokoh utamanya nyebelin, bbm-bbm g jelas, gangguin pacar yang lagi sibuk kerja,  dan ketidakproduktifan lainnya. Yah, dengan jadwal kerja yang hanya 2-3 minggu dalam sebulan dan sisanya adalah libur panjang, tak ada yang bisa dilakukan selain bermalas-malasan menikmati hidup (menikmati kenyamanan sesaat sih, harusnya).
Kadang saya bingung sendiri, dengan waktu luang yang demikian banyaknya, saya tidak pernah merasa perlu untuk memanfaatkannya dengan baik. Ada saja pikiran-pikiran yang selalu menuju zona nyaman sesaat ini. Kadang pengen sih kursus bahasa, atau menjahit, tapi kalau harus bolos pas kerja, sayang juga kan. Kadang pengen juga belajar sendiri, menjahit, buat aksesoris, tapi hanya bertahan beberapa saat saja. Menulis? Hanya beberapa tulisan saja yang terselesaikan. Sisanya hanya berupa kumpulan paragraf, novel belum jadi, dan beberapa puisi. Sisanya hanya berupa curhat-curhat seperti ini.
Mari bumi hanguskan ketidakproduktifan ini. Saya bosan hidup bermalas-malasan. Mulai saat ini, saya berjanji, diwaktu luang yang berlimpah ini, saya harus menyelesaikan 1 tulisan dan 1 bab novel dalam seminggu. Gampang kan? Bukan perkara sulit sebenarnya. Yang sulit itu membunuh malas dan keluar dari zona nyaman. ah, semoga rencana pertama ini selesai dengan baik. Chao!


Sby, 12-11-13
Rabu, 30 Oktober 2013

Tong Sampah Emosi: Mendadak Marah

Sumpaaahh yaa….!!!! Super badmood, pake banget!
Astaga, aku ini kenapa? Sesorean rasanya pengen banting hp, pengen jedokin kepala ke tembok, pengen teriak kenceng sampe serak…. Padahal sebenernya ga ada apa-apa sih. Cuma otakku aja yg lagi burem.
Astaga kenapa sih ini! Mendadak menjadi sangat sangat ingin marah, bukan marah pada kamu, dia, atau siapalah diantara kalian, tapi aku marah pada diriku sendiri. Pengen nangis rasanya ngerasain jadi diriku sendiri. Apa sih aku ini? Siapa aku ini? Apa gunanya aku ada di dunia ini? Ah, sepertinya memang aku ini ga ada gunanya. Bisa apa aku ini? Bisa apa? Aku ga bisa memenuhi keinginanku sendiri, janji-janjiku sendiri, aku ga bisa memenuhi harapan dan mimpi-mimpi orang-orang yang mencintaiku.
Kalo dijadiin grafik, mungkin aku ini ada di titik terendah dari semangatku menjalani hidup. Sama sekali tak termotivasi, tak punya harapan. Mungkin jika ini berlanjut, bisa jadi aku berubah menjadi gila. Motivasi dan harapan, nilainya sama-sama nol besar. dan jika keadaan berlanjut, nilainya berubah menjadi minus. Dan manusia dengan harapan dan motivasi nol tak akan hidup bahagia. Orang yang tidak bahagia akan setres dan gila. Orang gila tak layak hidup di sekitar orang normal, karena akan sangat mengganggu sekali.
Bicara apa senbenernya aku ini? Terlalu ba yak hal yang berputar-putar dalam kepalaku. astaga, makhluk apapun itu yang ada di kepalaku, dia ingin sekali keluar, meronta-ronta, menggeliat marah. Semacam naga marah yang terjebak dalam lorong gelap tanpa batas, terus berlari, menyemburkan kemarahannya melalui napas api, melampiaskan kemarahannya lewat hempasan ekor berdurinya. Makhuk ini sedang marah. Makhluk ini nyaris gila menemukan jalan keluar. Ya, mungkin seperti itulah aku sekarang. Nyaris gila menemukan pintu keluar dari hal-hal yang mengganggu pikiranku.
Ah, sudahlah… sepertinya tidur bisa menjadi obat yang paling mujarab dari kegalauan pikiran ini. Semoga esok pagi keaddan membaik sodara-sodara. Terima kasih telah menjadi pendengar yang baik. Terima kasih telah menemani kemarahan saya. Semoga kemarahan dan kegalauan ini tidak menular ya. Hehehe…. Selamat malam. Selamat istirhat…. J


Surabaya, 30 10 2013
Selasa, 01 Oktober 2013

Curcol: Kado yang Tertunda #part2

Horeee……
Eh, maaf nih, kalo aku teriak-teriak. Ga apa-apa kan? Aku sedang ingin mengungkapkan rasa senengku. Hohoho… Ya, ga yauh-jauh dari postingan yang kemarin. Soal hadiah? Benar sekali. Ga jauh-jauh dari urusah hadiah.
Jadi begini ceritanya, kan kemarin aku udah cerita kalo dapet  hadiah dari pacarku yang baik hati dan tidak pelit, nah kemarin aku dikerjain sama temen-temen kerjaku, yang keseluruhannya adalah wanita, dan dapet hadiah juga dong. Dikerjain habis-habisan. Kok bisa? Ya seperti biasa, temen-temen kantorku ini giat banget kalo pas ada yang ulang tahun. Pasti dikerjain. Semakin gila idenya semakin keren. Semakin banyak membuat galau sang korban, semakin puas.
hasil make up
Nah kemarin adalah ‘resepsi’ ulang tahun yang diadakan temen kantor untuk aku dan Nirma, kebetulan aku dan Nirma ini ulang tahunnya hanya selisih seminggu aja. Pertama sih aku merasa sial, karena sebelum-sebelumnya, aku ga pernah dikerjain kalo ulang tahun. Mentok cuma dapet ucapan selamat via grup bbm. Kalo beruntung dapetlah hadiah dari beberapa temen, tapi ga pernah seheboh ini. Bahkan selama 25 tahun hidupku, baru ini aku ngerasa dikerjain total. Ngerasa sial karena sebenernya yang dikerjain adalah Nirma, cewek paling ‘laki’ di kantor, tapi ya akhirnya aku harus merasakannya juga.
Skenario pertama mereka adalah mendandani kami berdua. Pake gamis, jilbab ruwet, make up lengkap, tinggal sepatu bling-bling aja yg absen. Aku sih ga masalah ya didandani, toh juga aku udah sering dandan, walau ga semenor itu. tapi si Nirma, wow banget. Seperti yang aku katakan tadi, Nirma itu cewek paling ‘laki’. Ga pernah dandan, ga pernah pake rok, ga pernah pake jilbab yang ruwet. Dan Nirma didandani? Jadi cewek banget, cantik deh.
kado-kado yang tertunda
Oke, acara dandan mendandani selesai. aku dan Nirma layaknya mempelai dibawa ke ruangan yang sudah disetting menyerupai acara syukuran beneran. Kursi yang dijajar-jajar, nasi tumpeng, dan para undangan yang ga lain adalah temen-temenku sendiri dengan pakaian rapi. Acara dimulai dari pembacaan susunan acara oleh MC, lalu sambutan oleh yang berulang tahun, potong tumpeng, pemberian kado, doa, dan penutup. Resmi amat yak? Tapi pada kenyataannya ga ada resmi-resminya. Ketawa ngakak sepanjang acara, jingkrak-jingkrak, kacau deh pokoknya.
Terakhir, buka kado dari temen-temen, alhamdulillah, dapet baju lagi. Tambah banyak aja baju baruku. Kado ulang tahun yang tertunda dari orang-orang spesia.l Makasih teman-teman……… :*
Senin, 30 September 2013

Curcol: Kado yang Tertunda

Haloo…
Apa kabar? Lama nih ya ga cerita-cerita. Karena kesibukan yang tidak dapat ditinggalkan, dan faktor yang selama ini menghantui setiap saya hendak menulis, M alias males. Ini penyakit sumpah ya, sukses bikin hidup makin ga produktif.
Kado pertama
Kali ini aku mau cerita tentang kado ulang tahun yang tertunda, atau dalam istilah lain terlambat nyampenya. Kok bisa terlambat? Selow teman, ini saya baru mau cerita. Usut punya usut, ternyata diketahui bahwa bulan lalu aku ulang tahun. Bukannya matre atau gimana ya, tapi aku sudah terbiasa dari dulu banget membeli barang yang sekiranya memang aku butuhkan. Jadi, kalo ternyata aku ulang tahun dan ada temen atau pacar yang berencana membelikan hadiah, aku biasanya bilang mau hadiah apa. Jadi kalian kalo mau kasih aku hadiah cukup bilang aja kali mau kasih hadiah, dan aku akan menyebutkan apa yang aku inginkan, ga perlu pusing-pusing milihin kado yang tepat kan ya. Hehehe…
Jadi dulu banget, aku pernah bilang ke pacarku tercinta, kalo aku pengen banget punya boneka Donald Duck. Dan pacarku dengan senang hati berjanji untuk membelikannya saat ulang tahunku. Nah, mendekati ulang tahun, dia komentar kalo aku ini kalo diajak jalan bajunya itu-itu aja, dan beberapa aku akui udah keliatan usang. Ya udah aku bilang aja ke dia, “Ya udah. Kado ulang tahunnya nambah baju baru aja kalo gitu.” Dan dia langsung bilang oke. Segampang itu ya minta baju baru ke pacar. Pacar saya memang baik hati dan tidak pelit. Hohoho…
Kado yang tertunda
Dan tibalah saat ulang tahunku, dan dia kasih bungkusan gede banget, dan isinya cuma boneka Donald Duck aja. Loh bajunya mana? Ternyata eh ternyata, menurut cerita, pas aku minta baju itu, dia udah siapin hadiah bonekanya. Jadi bajunya belum sempet dimasukkan (bilang aja belom beli, hohoho…).
Hari berganti, bulan berlalu, dan karena kesibukannya, dan karena memang aku jarang sekali bisa bersama dia, alhasil, baru terbelilah baju yang aku minta setelah sebulan. Maksudnya, baju itu baru diberikan kepadaku setelah sebulan berlalu sejak aku ulang tahun. Itupun aku udah milih-milih dulu dari katalog sebuah merek, baru deh dia setuju, pesen, dan dibayarin.
Astaga, susah sekali ya mau beli baju. Ga apa-apa deh, yang penting dapet baju baru yang aku suka dan gratis. Makasih ayank... Makin cinta deh… :-*

Surabaya, 28 September 2013